Kamis, 22 September 2011

Potret Pribadi

Saat ini ramai dibicarakan tentang sosok kepribadian seseorang. Kepribadian adalah sesuatu yang melekat pada diri individu. Kita dapat menilai orang lain dan atau pun dinilai oleh seseorang dengan melihat kepribadian (baca:sikap red). Namun demikian, tidak lebih sering mengartikan kepribadian itu dengan SIFAT. Definisi kepribadian yang disampaikan oleh para ahli psikologi diantaranya menjelaskan bahwa kepribadian adalah keseluruhan cara di mana seorang individu bereaksi dan berinteraksi dengan individu lain.Kepribadian paling sering dideskripsikan dalam istilah sifat yang bisa diukur yang ditunjukkan oleh seseorang. Dalam bahasa keseharian kita sering menyebut juga pribadi itu sebagai cir-ciri yang menonjol pada diri individu. Begitu pentingnya faktor kepribadian ini sehingga model penyaringan SDM pada organisasi modern hari ini salah satunya adalah menyangkut tes kepribadian.Semua Instansi/Perusahaan sekarang sedang 'trend' memakai model tes seperti ini. Sering seseorang itu berkomentar bahwa faktor kepribadian itu merupakan sesuatu yang melekat dan menjadi sifat bawaan individu, sehingga tidak mungkin diuji. pernyataan ini tidak sepenuhnya salah karena demikianlah kepribadian itu. Dia lebih cenderung kepada faktor subjektivitas ketika menjadi unsur penilaian terlepas bahwa pada sisi lain memang seseorang itu dapat dinilai dari kepribadiannya. Pertanyaan saat ini faktor-faktor apa saja yang menjadi penentu kepribadian seseorang? mengutip pada sebuah tulisan tentang kepribadian maka faktor yang dapat menjadi penentu kepribadian seseorang itu diantaranya : 1. Faktor Keturunan Keturunan merujuk pada faktor genetis seorang individu. Tinggi fisik, bentuk wajah, gender, temperamen, komposisi otot dan refleks, tingkat energi dan irama biologis adalah karakteristik yang pada umumnya dianggap, entah sepenuhnya atau secara substansial, dipengaruhi oleh siapa orang tua dari individu tersebut, yaitu komposisi biologis, psikologis, dan psikologis bawaan dari individu. 2. Faktor Lingkungan Faktor lain yang memberi pengaruh cukup besar terhadap pembentukan karakter adalah lingkungan di mana seseorang tumbuh dan dibesarkan; norma dalam keluarga, teman, dan kelompok sosial; dan pengaruh-pengaruh lain yang seorang manusia dapat alami. Faktor lingkungan ini memiliki peran dalam membentuk kepribadian seseorang. Sebagai contoh, budaya membentuk norma, sikap, dan nilai yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya dan menghasilkan konsistensi seiring berjalannya waktu sehingga ideologi yang secara intens berakar di suatu kultur mungkin hanya memiliki sedikit pengaruh pada kultur yang lain. Misalnya, seseorang memiliki semangat ketekunan, keberhasilan, kompetisi, kebebasan, dan etika kerja yang terus tertanam dalam diri mereka melalui buku, sistem sekolah, keluarga, dan teman, sehingga orang-orang tersebut cenderung ambisius dan agresif bila dibandingkan dengan individu yang dibesarkan dalam budaya yang menekankan hidup bersama individu lain, kerja sama, serta memprioritaskan keluarga daripada pekerjaan dan karier. Nah, setelah mengetahui bahwa keturunan dan lingkungan adalah pembentuk kepribadian kita, pertanyaan berikutnya adalah dapatkah kepribadian itu dirubah? jawabnya iya. Hal ini dikuatkan adanya faktor lingkungan yang berpengaruh. Seorang individu seiring waktu berjalan akan selalu berkembang fisik,dan mentalnya. Semua itu sangat dipengaruhi oleh lingkungan. Seseorang yang kesehariannya berada pada lingkungan yang keras dengan sendirinya akan merubah karakter orang tersebut jika pada dasarnya dia adalah orang yang dingin dan lembut. Demikian pun orang yang berperangai keras akan berubah secara perlahan jika berada pada lingkungan yang tenang, lembut dan ramah. Hal ini juga berlaku di lingkungan tempat kita bekerja. Dengan demikian diperlukan kearifan dalam memilih lingkungan tempat kita bergaul dan beraktivitas karena efeknya dapat berakibat pada pembentukan kepribadian kita. Sumber : diolah dari beberapa artikel kepribadian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar