Kamis, 25 Agustus 2011
Menuju Kefitrahan
Tidak terasa beberapa hari lagi kita akan berpisah dengan bulan yang suci ini..bulan yang balasannya hanya dikhususkan oleh Alloh. Bagi sebagian orang berlalunya Romadhon mungkin tidaklah memberi arti apa-apa. Namun, sebahagiannya lagi semakin dekat perpisahan dengan Romadhon maka semakin membuat sedih hatinya, seperti sepasang kekasih yang akan berpisah, mereka seakan tidak ingin dipisahkan meski sekejap. Dua sisi yang berbeda ini memang sekilas tidak mengherankan. Hal ini karena semuanya berorientasi pada akhir Romadhon. Terhadap golongan yang melepas kepergian Romadhon biasa-biasa saja karena dibenaknya sudah menanti hari raya "Lebaran". Makna Lebaran bagi mereka adalah hari bersenang-senang karena berkumpul dengan keluarga, hari memakai yang serba baru, dan segala kesenangan lainnya. Sedangkan bagi golongan yang satunya, perginya Romdahon akan ditangisi, dan disesali disebabkan hilangnya keutamaan-keutamaan di bulan suci ini.
Semua ekspresi yang ditunjukkan oleh mereka ini adalah benar adanya. Karena pada hakikatnya semua berorientasi pada akhir dari perjuangan. Bagi golongan yang pertama, menganggap akhir dari Romadhon itu untuk bersenang-senang karena selama sebulan mereka sulit kalo bisa dikatakan tidak boleh melakukan kesenangannya secara berlebihan karena adanya anjuran menjaga diri di bulan Romadhon. Nah, bagi golongan yang terakhir juga berorientasi pada akhir perjuangan. bedanya terletak pada adanya sebuah kegelisahan dan kekhawatiran apakah yang terjadi setelah Romadhon ? apakah konsistensi ibadah selama Romadhon dapat dipertahankan setelah itu? apakah masih dapat dipertemukan dengan bulan mulia ini tahun depan? apakah perubahan yang sudah dilatih selama bulan suci ini dapat dipertahankan selanjutnya? dan berbagai pertanyaan yang pada intinya adalah menjaga kesucian, kebersihan diri masing-masing. Demikianlah, makna sesungguhnya dari Kefitrahan kita sebagai manusia...Fitri kembali kepada kebersihan, kesucian,laksana bayi yang baru lahir dari rahim seorang ibu. Dia bersih, suci, dan belum ternoda.Semoga kita bisa memilah dengan nurani kita sekalian..."Ya Alloh Terimalah Amal Kami, Terimalah Ibadah Romadhon Kami..." Amiin.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar